éndér éndérUbi Jalar Pesan

Beranda / Artikel

10 Oleh-Oleh Khas Bojonegoro yang Wajib Dibawa Pulang

Pasangan membawa box éndér éndér di terminal bus sebelum pulang kampung

Setiap kali ada yang pamit pulang dari Bojonegoro, pertanyaan yang hampir selalu menyusul adalah: "Oleh-olehnya apa?" Kota di tepi Bengawan Solo ini memang tidak seramai kota wisata besar, tapi justru di situ menariknya. Oleh-olehnya lahir dari kebun warga, dapur rumahan, dan bengkel perajin kayu yang sudah turun-temurun.

Kami merangkum sepuluh oleh-oleh khas Bojonegoro yang layak masuk tas Anda, lengkap dengan rasa, alasan memilihnya, dan cara mendapatkannya. Ada camilan, buah, kain, sampai kerajinan. Pilih yang paling cocok dengan perjalanan dan orang yang menunggu di rumah.

1. Ledre, Gulungan Tipis Beraroma Pisang

Ilustrasi ledre, gulungan tipis renyah berwarna keemasan di atas tampah beralas daun pisang
Ilustrasi

Kalau harus memilih satu oleh-oleh yang paling "Bojonegoro", kebanyakan orang akan menyebut ledre. Bentuknya lembaran sangat tipis yang digulung kecil, mirip cerutu mungil. Aroma pisang rajanya langsung tercium begitu kemasan dibuka. Rasanya manis, teksturnya renyah dan rapuh, jadi sekali gigit langsung remuk di mulut.

Ledre bukan sekadar camilan. Pada 2021, ledre ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia. Dulu ledre dibuat dengan bahan yang sangat sederhana; kini umumnya memakai tepung beras, telur, santan, dan pisang raja, lalu dimasak tipis di atas wajan sebelum digulung satu per satu. Selain rasa pisang, sekarang juga ada varian cokelat dan buah lainnya.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: ringan, kering, dan punya cerita. Cara mendapatkan: tersedia di hampir semua toko oleh-oleh di Bojonegoro, dan banyak produsen rumahan yang menjual langsung.

Tips: ledre mudah patah. Taruh di bagian atas tas atau di dalam wadah keras supaya tidak tertindih barang lain.

2. Salak Wedi, Manis Segar dari Kapas

Gunungan salak diarak warga dalam Festival Salak Wedi di Bojonegoro
Foto: Pemkab Bojonegoro

Salak Wedi berasal dari Desa Wedi, Kecamatan Kapas, dan beberapa desa di sekitarnya. Di sana, pohon salak tumbuh di pekarangan rumah warga dan sudah menjadi sumber penghasilan keluarga selama beberapa generasi. Desa ini bahkan pernah menggelar Festival Salak Wedi, lengkap dengan gunungan salak yang diarak warga.

Rasanya manis dengan daging yang masir dan renyah. Dibanding salak pondoh, salak Wedi dikenal lebih berair, sehingga terasa lebih segar di siang yang panas.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: buah segar yang jarang ditemui di kota lain dengan nama yang sama. Cara mendapatkan: paling seru beli langsung dari warga di Desa Wedi saat musim panen, atau di pedagang buah di kota Bojonegoro.

Tips: pilih yang sisiknya rapat dan mengilap. Bungkus dengan kertas, bukan plastik tertutup, supaya tidak cepat lembap selama perjalanan.

3. éndér éndér, Keripik Ubi Jalar Khas Bojonegoro

Dua pouch éndér éndér, ungu rasa Manis dan hijau rasa Gurih

Di urutan ketiga ada camilan yang kami buat sendiri, jadi izinkan kami bercerita sedikit. éndér éndér (sering juga diketik "ender ender") adalah keripik dari ubi jalar asli dengan proporsi ubi yang tinggi. Kepingnya bundar, tipis, dan bergelombang, dengan rasa ubi yang tetap terasa di setiap gigitan.

Ada dua rasa yang mudah dikenali dari warna kemasannya: Manis dengan kemasan ungu, dan Gurih dengan kemasan hijau. Kemasannya juga ada dua, yaitu box 200 gr yang rapi untuk buah tangan dan pouch 170 g yang ringan untuk bekal perjalanan. éndér éndér bersertifikat Halal Indonesia, terdaftar dengan P-IRT 2063522010375-24, dan diproduksi oleh UD. Guyangan Multi Usaha (CHORIDJ) di Bojonegoro.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: kering, ringan, dan kemasannya tertutup, jadi aman dibawa jauh. Cara mendapatkan: pesan lewat WhatsApp admin; admin akan mengirim info harga, ongkos kirim, dan cara bayar. Kalau ingin kenal lebih dekat, baca juga cerita lengkap éndér éndér.

Tips: bingung memilih rasa? Bawa satu Manis dan satu Gurih, biar keluarga di rumah yang memutuskan.

4. Batik Jonegoroan, Motif yang Bercerita tentang Bojonegoro

Ilustrasi kain batik bermotif daun jati, daun tembakau, jagung, dan belimbing
Ilustrasi

Bojonegoro punya batik dengan motifnya sendiri yang dikenal sebagai batik Jonegoroan. Banyak motifnya mengambil inspirasi dari kekayaan daerah, seperti daun jati, hasil bumi, dan kesenian lokal, sehingga kainnya ikut membawa cerita tentang daerah asalnya.

Kainnya cocok untuk dijahit menjadi kemeja atau dress, atau dijadikan selendang. Pilihannya beragam, mulai dari batik cap yang lebih terjangkau sampai batik tulis yang pengerjaannya lebih lama.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: tahan lama, tidak basi, dan bisa dipakai bertahun-tahun. Cara mendapatkan: galeri dan perajin batik di Bojonegoro, serta beberapa toko oleh-oleh.

Tips: tanyakan nama motif dan maknanya ke penjual. Cerita di balik motif membuat hadiah terasa lebih istimewa.

5. Belimbing Ngringinrejo, Besar dan Harum

Buah belimbing manis utuh dan potongan berbentuk bintang
Foto: SMasters · CC BY-SA 3.0

Desa Ngringinrejo di Kecamatan Kalitidu dikenal dengan kebun belimbingnya. Ukuran buahnya bisa besar, sekitar dua sampai tiga ons per buah. Rasanya manis, segar, dan harum, enak dimakan langsung, dibuat jus, atau dicampur dalam rujak.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: buah segar yang bisa dipetik dari kebunnya, sekaligus jadi pengalaman jalan-jalan. Cara mendapatkan: datang langsung ke kebun belimbing di Ngringinrejo, atau cari di pedagang buah di Bojonegoro.

Tips: untuk perjalanan beberapa jam, pilih yang kuning tapi masih padat dan belum ada bercak cokelat di rusuknya. Susun dalam kardus berlubang agar tidak memar.

6. Suvenir Kayu Jati Bubut dan Cukit

Ilustrasi suvenir kayu jati: miniatur becak, miniatur mobil, dan guci kecil hasil bubut
Ilustrasi

Bojonegoro sejak lama dikenal sebagai daerah penghasil kayu jati. Dari situ lahir kerajinan bubut dan cukit: suvenir kayu jati yang tetap menonjolkan serat kayunya. Bentuknya macam-macam, misalnya miniatur mobil, sepeda motor, becak, kereta api, jam dinding, sampai guci kecil untuk hiasan ruangan.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: awet, bisa dipajang, dan membawa identitas Bojonegoro sebagai kota jati. Cara mendapatkan: perajin dan toko kerajinan kayu di Bojonegoro; beberapa juga melayani pesanan khusus.

Tips: periksa sambungan dan bagian yang menonjol, lalu minta dibungkus plastik gelembung. Miniatur dengan roda atau stang kecil paling rawan patah.

7. Wayang Thengul untuk Pajangan

Deretan wayang thengul berbaju batik dipajang di sebuah pameran
Foto: Annidafattiya · CC BY 4.0

Wayang thengul adalah wayang kayu tiga dimensi, sekilas mirip wayang golek, yang menjadi salah satu kesenian khas Bojonegoro. Ceritanya banyak diambil dari Serat Menak dan kisah Panji, dan pertunjukannya diiringi gamelan.

Sebagai oleh-oleh, wayang thengul cocok untuk Anda yang suka benda seni. Ditaruh di rak buku atau ruang tamu, ia langsung jadi bahan obrolan.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: unik dan sangat lekat dengan budaya Bojonegoro. Cara mendapatkan: tidak semudah membeli camilan; tanyakan ke perajin wayang atau galeri kerajinan setempat apakah ada yang berukuran kecil untuk pajangan.

Tips: wayang kayu sebaiknya dibawa di tas jinjing, bukan di bagasi, supaya kepala dan tangannya aman.

8. Pepaya California dari Bakalan

Buah pepaya California hijau kekuningan berjajar di rak pedagang buah
Foto: Erlina Eka · CC BY 4.0

Selain salak dan belimbing, Bojonegoro juga menghasilkan pepaya manis jenis California. Kebunnya antara lain ada di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas. Daging buahnya oranye kemerahan, manis, dan ukurannya tidak terlalu besar, jadi pas untuk satu keluarga.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: buah segar yang disukai hampir semua umur. Cara mendapatkan: pedagang buah dan pasar di Bojonegoro, atau langsung dari petani di sekitar Bakalan.

Tips: kalau perjalanan Anda masih panjang, pilih yang baru setengah matang. Pepaya akan matang sendiri dalam satu atau dua hari.

9. Kerajinan Batu Onix dari Gondang

Ilustrasi kerajinan batu onix: vas, mangkuk, dan hiasan berbentuk telur bercorak alami
Ilustrasi

Di Kecamatan Gondang, batu onix diolah menjadi berbagai kerajinan. Permukaannya halus dan bercorak alami, sehingga setiap benda punya pola yang sedikit berbeda. Hasilnya bisa berupa hiasan meja atau perlengkapan rumah yang kesannya mewah tapi tetap lokal.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: tahan lama dan terlihat elegan sebagai hadiah. Cara mendapatkan: perajin onix di Gondang dan toko kerajinan di Bojonegoro.

Tips: batu onix cukup berat dan bisa retak bila terbentur. Untuk ukuran besar, lebih aman dikirim lewat ekspedisi dengan pengemasan kayu.

10. Hiasan dari Limbah Kayu Jati

Ilustrasi meja dari akar jati dan panel dinding dari potongan kayu jati di bengkel perajin
Ilustrasi

Potongan dan sisa kayu jati di Bojonegoro tidak dibuang begitu saja. Di tangan perajin, limbah kayu ini dibentuk menjadi karya seni dan dekorasi rumah dengan berbagai model, dan sebagian sudah dikirim ke luar negeri. Karena bahannya sisa kayu, bentuk dan seratnya hampir tidak ada yang sama.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: satu-satunya di rumah Anda, dan ramah lingkungan karena memanfaatkan sisa kayu. Cara mendapatkan: perajin dan pusat kerajinan kayu di Bojonegoro.

Tips: cocok untuk yang pulang membawa mobil pribadi. Ukur dulu ruang di rumah sebelum membeli yang berukuran besar.

Sebelum berangkat pulang

Bojonegoro punya oleh-oleh untuk banyak selera: camilan kering untuk dibagi, buah segar untuk keluarga, dan kerajinan untuk dipajang. Kalau perjalanan Anda jauh, utamakan yang kering dan berkemasan rapat; buah segar lebih cocok untuk perjalanan pendek. Untuk panduan menata bawaan di koper, simak tips memilih oleh-oleh Bojonegoro untuk perantau.

Ingin membandingkan dengan oleh-oleh dari kota lain? Kami juga merangkum 10 oleh-oleh khas Jawa Timur yang paling dicari.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa oleh-oleh paling khas dari Bojonegoro?

Ledre adalah yang paling dikenal. Camilan gulung beraroma pisang raja ini sudah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia pada 2021. Salak Wedi dan kerajinan kayu jati juga sangat lekat dengan Bojonegoro.

Oleh-oleh Bojonegoro apa yang aman untuk perjalanan jauh?

Pilih yang kering dan berkemasan tertutup, seperti ledre dan keripik ubi jalar éndér éndér, atau benda yang tidak basi seperti batik dan suvenir kayu jati. Buah segar seperti salak dan belimbing lebih cocok untuk perjalanan beberapa jam.

Di mana membeli oleh-oleh khas Bojonegoro?

Camilan seperti ledre mudah ditemukan di toko oleh-oleh di kota Bojonegoro. Untuk buah, Anda bisa langsung ke sentranya: Desa Wedi di Kecamatan Kapas untuk salak dan Desa Ngringinrejo di Kecamatan Kalitidu untuk belimbing.

Bagaimana cara memesan éndér éndér dari luar kota?

Pesan lewat WhatsApp admin. Admin akan membalas dengan harga terbaru, ongkos kirim, dan cara pembayaran, lalu pesanan dikirim ke alamat Anda.

Ingin mencicipi rasa rumahnya?

Pesan éndér éndér Manis atau Gurih lewat WhatsApp.

Pesan via WhatsApp