éndér éndérUbi Jalar Pesan

Beranda / Artikel

10 Oleh-Oleh Khas Jawa Timur yang Paling Dicari

Rak toko oleh-oleh khas Jawa Timur berisi box éndér éndér ungu dan hijau

Jawa Timur itu luas, dan hampir setiap kota punya buah tangan andalannya sendiri. Dari dataran tinggi Malang yang sejuk, pesisir Sidoarjo, sampai ujung timur di Banyuwangi, oleh-olehnya mencerminkan alam dan kebiasaan warganya. Ada yang renyah, ada yang legit, ada yang lumer di mulut, dan ada pula yang bisa dipakai bertahun-tahun.

Berikut sepuluh oleh-oleh khas Jawa Timur yang paling sering dicari, dari berbagai kota. Untuk setiap oleh-oleh, kami sertakan rasa, alasan memilihnya, cara mendapatkannya, dan satu tips kecil agar sampai di rumah dalam keadaan baik.

1. Keripik Tempe, Malang

Beberapa keping keripik tempe di atas piring
Foto: Wiwik P · CC BY-SA 4.0

Hampir semua orang yang pulang dari Malang membawa keripik tempe. Tempe diiris setipis mungkin, dibalut adonan tepung berbumbu, lalu digoreng sampai kering. Hasilnya gurih, renyah, dengan aroma bawang yang khas. Sekarang rasanya juga makin beragam, dari original sampai pedas dan barbekyu.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: ringan, tahan cukup lama, dan disukai hampir semua orang. Cara mendapatkan: toko oleh-oleh di Malang, terutama di kawasan sentra keripik tempe seperti Sanan.

Tips: pilih kemasan yang disegel rapat. Setelah dibuka, pindahkan ke toples agar tidak cepat melempem.

2. Kerupuk Udang dan Petis, Sidoarjo

Tampah berisi kerupuk udang yang sudah digoreng
Foto: Midori · CC BY-SA 3.0

Sidoarjo dikenal sebagai daerah tambak, jadi wajar kalau oleh-olehnya berbahan udang. Kerupuk udang dibuat dari adonan tapioka dan udang yang dihaluskan, dikukus, diiris tipis, lalu dijemur. Saat digoreng, kerupuk mengembang dengan rasa udang yang gurih. Pasangannya adalah petis, saus kental berwarna gelap yang menjadi kunci rasa rujak cingur dan tahu tek.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: kerupuk mentah awet dan bisa digoreng kapan saja di rumah. Cara mendapatkan: toko oleh-oleh dan pasar di Sidoarjo, juga di banyak pusat oleh-oleh di Surabaya.

Tips: bungkus petis dua lapis dan taruh terpisah dari pakaian. Aromanya kuat dan bisa merembes kalau wadahnya bocor.

3. éndér éndér, Keripik Ubi Jalar dari Bojonegoro

Box éndér éndér rasa Manis berwarna ungu dan Gurih berwarna hijau

Dari Bojonegoro, kota di tepi Bengawan Solo, ada camilan yang kami buat sendiri: éndér éndér. Kami memasukkannya ke daftar ini sebagai wakil Bojonegoro, jadi izinkan kami bercerita apa adanya. éndér éndér adalah keripik dari ubi jalar asli dengan proporsi ubi yang tinggi. Kepingnya bundar, tipis, bergelombang, dan renyah, dengan rasa ubi yang tetap terasa.

Rasanya ada dua, Manis (kemasan ungu) dan Gurih (kemasan hijau). Pilihan kemasannya box 200 gr untuk buah tangan dan pouch 170 g untuk camilan di perjalanan. Produk ini bersertifikat Halal Indonesia, terdaftar dengan P-IRT 2063522010375-24, dan diproduksi oleh UD. Guyangan Multi Usaha (CHORIDJ) di Bojonegoro.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: kering, ringan, kemasannya tertutup rapat, dan membawa cerita daerah yang belum banyak dikenal. Cara mendapatkan: pesan lewat WhatsApp admin; harga, ongkos kirim, dan cara bayar akan dikirim langsung oleh admin. Kalau masih ragu memilih rasa, baca cara memilih antara Manis dan Gurih.

Tips: box lebih rapi untuk hadiah dan lebih tahan tekanan di koper, sedangkan pouch lebih praktis untuk dibuka di bus atau kereta.

4. Lapis Surabaya, Surabaya

Potongan kue lapis Surabaya berlapis kuning dan cokelat di atas piring
Foto: Midori · CC BY 3.0

Lapis Surabaya, yang sering juga disebut spiku, adalah bolu lembut yang disusun berlapis, biasanya kuning dan cokelat dengan olesan selai di antaranya. Teksturnya empuk dan lembap, rasanya manis legit dengan aroma mentega dan telur. Kue ini sudah lama jadi hantaran keluarga dan buah tangan dari ibu kota Jawa Timur.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: tampilannya cantik saat dipotong dan cocok disajikan untuk tamu. Cara mendapatkan: toko kue dan pusat oleh-oleh di Surabaya.

Tips: lapis Surabaya adalah kue basah. Beli mendekati hari keberangkatan dan perhatikan tanggal kedaluwarsanya.

5. Brem, Madiun

Beberapa lempeng brem Madiun berwarna krem di atas keranjang anyaman
Foto: Midori · CC BY 3.0

Madiun punya julukan "Kota Brem", dan alasannya jelas begitu Anda mencicipinya. Brem dibuat dari sari tape ketan yang dimasak lalu dikeringkan menjadi lempengan. Begitu masuk mulut, brem langsung mencair dan meninggalkan sensasi dingin di lidah, dengan rasa manis yang sedikit asam.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: rasanya tidak ada duanya dan selalu memancing pertanyaan dari yang baru pertama kali mencoba. Cara mendapatkan: toko oleh-oleh di Kota dan Kabupaten Madiun; salah satu sentra produksinya ada di Desa Kaliabu, Kecamatan Mejayan.

Tips: brem mudah menyerap lembap. Simpan di tempat kering dan tutup rapat kemasannya setelah dibuka.

6. Bagiak, Banyuwangi

Dua bungkus kue bagiak dalam plastik bening berpita
Foto: Abdul Hanif Arromy · CC BY 4.0

Dari ujung timur Pulau Jawa, Banyuwangi punya bagiak. Kue kering ini berbentuk lonjong, berwarna putih pucat, dan keras saat digigit, lalu perlahan lumer di mulut. Rasanya manis sederhana, cocok ditemani kopi atau teh panas. Bahannya umumnya tepung garut atau sagu, gula, dan telur.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: kering, awet, dan sering dikemas dalam anyaman bambu yang khas. Cara mendapatkan: toko oleh-oleh dan pusat jajanan di Banyuwangi.

Tips: bagiak cukup keras untuk anak kecil dan orang tua. Celupkan sebentar ke teh atau kopi supaya lebih mudah dinikmati.

7. Tahu Takwa dan Getuk Pisang, Kediri

Ilustrasi tahu takwa kuning, tahu goreng, cabai hijau, dan getuk pisang berbungkus daun pisang
Ilustrasi

Tahu takwa, atau tahu kuning Kediri, berwarna kuning karena direndam kunyit. Teksturnya lebih padat dan kenyal dibanding tahu putih, rasanya gurih, dan tidak mudah hancur saat dipotong. Digoreng sebentar saja, luarnya renyah dan dalamnya tetap lembut. Dari Kediri juga ada getuk pisang, olahan pisang yang dikukus dalam daun pisang dengan rasa manis legit.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: tahu takwa sangat khas dan langsung bisa dimasak di rumah. Cara mendapatkan: sentra tahu dan toko oleh-oleh di Kediri.

Tips: tahu takwa dan getuk pisang tidak tahan lama. Untuk perjalanan jauh, pilih stik tahu yang kering, atau bawa tahu dalam kotak pendingin.

8. Apel dan Olahan Apel, Batu dan Malang

Bakal buah apel manalagi yang masih hijau di kebun Batu
Foto: Lusia Laurita · CC BY-SA 4.0

Udara sejuk Batu dan Malang membuat apel tumbuh baik di sana. Yang paling terkenal adalah apel manalagi: manis, renyah, dan harum, bahkan saat kulitnya masih kehijauan. Selain buah segar, apel juga diolah menjadi keripik apel, sari apel, dan dodol, yang lebih mudah dibawa jauh.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: ada pilihan untuk semua kebutuhan, dari buah segar sampai olahan yang awet. Cara mendapatkan: kebun petik apel, pasar buah, dan toko oleh-oleh di Batu dan Malang.

Tips: kalau sempat, ikut petik apel langsung di kebun. Selain lebih segar, pengalamannya juga bisa diceritakan ke yang di rumah.

9. Batik Madura, Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep

Kain batik Madura dengan motif bunga dan warna cokelat, biru, dan oranye
Foto: NaimaraBadry · CC BY-SA 4.0

Batik Madura mudah dikenali dari warnanya yang berani, seperti merah, biru, dan kuning, serta motif yang diambil dari alam, flora, dan fauna. Pembuatannya berpusat di Bangkalan, Pamekasan, dan Sumenep, dan banyak perajin masih mewariskan tekniknya secara turun-temurun.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: kain yang bisa dipakai bertahun-tahun dan selalu menarik perhatian. Cara mendapatkan: pasar batik dan perajin di Madura; sekarang Madura juga mudah dicapai dari Surabaya lewat Jembatan Suramadu.

Tips: tanyakan apakah batiknya tulis, cap, atau printing. Harga dan cara perawatannya berbeda.

10. Mangga, Probolinggo

Beberapa buah mangga arumanis hijau masih tergantung di pohon
Foto: W.A. Djatmiko · CC BY-SA 3.0

Probolinggo identik dengan mangga, sampai sering dijuluki Kota Mangga. Jenis yang banyak dicari antara lain manalagi dan arumanis. Dagingnya tebal, manis, dan harum, enak dimakan langsung atau dibuat jus.

Kenapa cocok jadi oleh-oleh: buah segar yang hampir pasti disambut gembira. Cara mendapatkan: pedagang mangga di sepanjang jalur Probolinggo dan pasar buah setempat, terutama saat musim panen.

Tips: mangga hanya melimpah pada musimnya. Untuk perjalanan jauh, pilih yang masih mengkal agar matang di rumah dan tidak memar di jalan.

Masih banyak lagi

Sepuluh oleh-oleh di atas baru sebagian kecil. Masih ada tape dari Bondowoso, suwar-suwir dari Jember, wingko babat dari Lamongan, pudak dari Gresik, dan onde-onde dari Mojokerto. Setiap kota di Jawa Timur punya rasa yang layak dibawa pulang.

Kalau perjalanan Anda melewati Bojonegoro, kami sudah merangkum 10 oleh-oleh khas Bojonegoro yang wajib dibawa pulang. Dan bila Anda perantau yang akan kembali ke kota rantau, baca juga tips memilih oleh-oleh untuk dibawa merantau.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa oleh-oleh khas Jawa Timur yang tahan lama?

Pilih camilan kering seperti keripik tempe, kerupuk udang mentah, brem, bagiak, keripik apel, dan keripik ubi jalar éndér éndér. Batik juga bisa jadi pilihan karena tidak basi sama sekali.

Oleh-oleh Jawa Timur apa yang sebaiknya dibeli mendekati hari pulang?

Kue basah dan makanan segar seperti lapis Surabaya, tahu takwa, getuk pisang, dan buah-buahan. Masa simpannya pendek, jadi sebaiknya dibeli sehari sebelum atau pada hari keberangkatan.

Apa oleh-oleh khas Bojonegoro?

Bojonegoro dikenal dengan ledre, salak Wedi, kerajinan kayu jati, dan keripik ubi jalar éndér éndér. Daftar lengkapnya ada di artikel 10 oleh-oleh khas Bojonegoro.

Ingin mencicipi rasa rumahnya?

Pesan éndér éndér Manis atau Gurih lewat WhatsApp.

Pesan via WhatsApp